Rabu, 20 Juli 2011

yang tidak TERUCAP tapi DIRASAKAN

siang ini, tepatnya tanggal 20 juli 2011. yaa menjelang ke sore sebenernya. . . suatu rasa yang saya rasakan lagi, entah rasa apakah ini. bersalah? iya. sedih? iya. merasa diacuhkan? iya. merasa mengecewakan orang lain? iya, Yaa memang sayalah penyebab dari segala rasa (yang entah apa ini namanya).

hmmm... maaf maaf jadi ngelantur kemana-mana tidak tahu alur. hehehe...
Dan ketika saya mengingat lagi rasa yang campur aduk ini, tidak terasa hujan rintik-rintik pun turun entah mengapa. Seperti biasa, saya pun terlelap seketika :D

"alangkah indah hujan itu, karena semua dapat menguap dengan sendirinya"


hmmm... kurang lebih satu jam saya dibuat lupa olehNya (terlelap) lalu... kuclukucluk saya pun pergi keluar kamar, yaa karena kamar saya bersebelahan dengan ruang tv keluarga jadilah saya pun melihat adik tercinta sedang asyik menonton. Lalu saya menghampirinya perlahan-lahan. saya mendekati punggungnya, dan ia pun berbalik seraya memeluk saya dan menepuk-nepuk punggung saya. Seolah adik kecil saya ini mengetahui bahkan merasakan apa yang saya rasakan walaupun saya tidak bercerita apapun. Adikku fajar, terkadang saya berpikir "Fajar bersinar untuk menghapus hujan"
"hangatnya sinarmu telah menghapus dukaku, terimakasih telah berbagi sinar kepadaku :)" love you fajar maulana ihsan


Fajar

Demi Fajar,
(Q.S Al-Fajr ayat 1)

Adikku sayang, namamu indah maka indahkanlah akhlakmu.
terkadang aku iri dengan dirimu, namamu tertulis dalam Qur'an tetapi namaku tidak. Walaupun begitu, yang kuyakini bahwa kisahku pun tertulis dalam Qur'anNya. mungkin hanya tersirat tetapi itu adalah kisahku. kisah yang akan berlalu dan terlupa.

"mohon Ya Rabb agar Engkau mematikanku dalam keadaan husnulkhotimah" aamiin YaaRobbal'alamin :)